Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah Aceh - PIDATO PERTAMA SULTAN ISKANDAR MUDA DALAM PENOBATANNYA SEBAGAI SULTAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM

PIDATO PERTAMA SULTAN ISKANDAR MUDA DALAM PENOBATANNYA SEBAGAI SULTAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM

Untuk Para Pemimpin Aceh


(Untuk Para Pemimpin Aceh)

Pagi itu, empat ratus tiga belas tahun yg lalu, tepatnya hari Rabu 16 Zulhijjah 1015 H, bertepatan 10 Februari 1607 M. 

Sejak subuh seiring terbitnya fajar hingga matahari menerangi bumi, di istana Darud Dunia ketajaan Aceh Darussalam telah dibunyikan 101 kali letusan meriam, sebagai pertanda bahwa hari itu adalah hari penobatan Sri Paduka Yang Mulia Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam, sebagai Sultan kerajaan Aceh ke 20 dari 40 Sultan/Sultanah Safiatuddin yg pernah memerintah di kerajaan Aceh.

Terhitung dari Sultan Meurah Johan  Syah (1205 - 1255 M) sebagai Sultan Aceh pertama, hingga Sultan Muhammad Daud Syah (1884 - 1907 M) sebagai Sultan kerajaan Aceh yang terakhir.

               * * *

Dalam penobatan Sultan Iskandar Muda, yg akan memimpin kerajaan Aceh Darussam ketika itu, Syekhul Islam (Qadhi Malikul Adil) yg ditunjuk utk memberikan sumpah kpd Sultan Iskandar Muda, dlm amanatnya Qadhi Malikul Adil mengatakan:

"Rakyat menyembah raja dlm Zahir, tetapi juga raja harus menyembah rakyat dlm batin. Sebab, karena adanya rakyat barulah adanya raja. Sebesar-besar dosa bagi raja bila memerintah tdk adil. Maka, rajalah yg menanggung jawab di hadapan Tuhan Yang Esa pada hari kiamat nanti.

Karena itu, pimpinlah raktat dgn sempurna dan adil supaya tdk menyimpang ke garis yg salah. Pergunakanlah segala hukum dan ilmu yg telah diatur dlm kitabullah dan ikut segala petunjuk Rasul Nabi Muhammad SAW, berserta sahabat-sahabatnya dan keempat imamnya. Tunjukilah sekalian rakyat yg gelap atau bebal pd jalan yg terang dan cerdas", kata Syekhul Islam dlm menobatkan Iskandar Muda sebagai Sultan dlm memimpin kerajaan Aceh.

                * * *

Usai menerima sumpah dari Qadhi Malikul Adil, Sultan Iskandar Muda dgn gagah perkasa dan penuh wibawa dlm usianta 18 tahun, kemudian naik berpidato di atas batu tabal (batu sakral) utk memberikan "ikrar mahkota" di hadapan hadirin yg hadir dlm upacara penobatannya sebagai Sultan yg akan mempun kerajaan Aceh.

Berikut bunyi "ikrar mahkota" (pidsto pertama Sultan Iskandsr Muda) saat dilantik menjadi Sultan yg akan memimpin kerajaan Aceh Darussalam: 

"Ampun Tuhanku...ampun! Ya Tuhanku, diriku akan mengikuti segala titah dan suruhan Mu. Ampunilah segala dosaku. Jauhkan diriku dari pada pejerjaan yg mungkar. Tunjukkanlah oleh Mu akan daku segala jalan yg tepat dan benar. Dan lain ndungilah dariku dari pada segala mabahaya Mu.

Hari ini hamba Mu sekalian telah menabalkan daku akan menjadi badal khalufah Mu utk menjalankan titah dan suruh Rasul Mu Nabi Muhammad SAW. Berat benar terasa oleh beban ini dipikul ke atas pundakku. Oleh sebab itu, karuniakanlah kpdku dgn jalan yg memberikan daku badan yg sehat, pikiran yg segar dan nyaman.

Ya Tuhanku, lebih ndungilah sekalian rakyatku dari pada marabahaya Mu, betikankanlah akan mereka itu tenaga yg sehat serta pikiran yg nyaman. Supaya semua rakyatku dpt berbuat bakti kpd Mu.

Ya Tuhanku, lindungilah oleh Mu akan segapa para ulama sebagai pelita alam ini dari pada segala marabahaya Mu. Terangkanlah hati mereka itu supaya jelas menunjukkannya bagi semua rakyatku di dunia dan di akhirat kelak.

Wahai sekalian rakyatku. Aku telah bersumpah pd Tuhanku, akan mengikuti segala titah suruhan itu kepadamu. Aku telah menerima tabalanmu dgn hati yg gembira. Aku berterimakasih kpd kamu sekalian akan keridhaan dan kepercayaanmu akan daku yg tulus dan ikhlas.

Akan tetapi, oleh karena kekhawatiran akan diriku yg bermata dua, bertelinga dua, bertangan dua, berkaki dua, dan difat-sifat keadaan badanku seperti keadaan manusia lainnya juga. Maka sebab itu, aku jelmakan sifat tubuhku seperti "mata aneuh geulunjong daruet" utk menyempurnakannya.

Aku perlu mempunyai bantuan dari para ulama, dan pembesar-pembesar dlm negeriku. Mereka itu akan menjadi mata telinga dan kaki tanganku. Seperti yg engkau lihat sekalian. Di kananku berdiri seorang yg memegang Qur'an Kitabullah, itulah yg memelihara segala hukum. Tuhan kita. Dan diriku seeorang yg memegang pedang, itulah yg memelihara segala adat dan lembaga kita. Terutama sekali kpd pemangku-pemangkunya dan penggikut-pengkutku, aku serahkan kepercayaanku utk dpt menjalankan titahku dgn sempurna.

Ikutilah segala perintah yg benar, dan tegahhkanlah pekerjaan yg karuut dimana perlunya. "Benar taikot, karot tateitgah". Aku akan melindungi engkau sekalian wahai rakyatku, dari pada kezaliman orang-orang besar dan hulubalang-hulubalangku. Akan tetapi engkau sekalian juga harus menghormati mereka, seperti engkau sekalian menghormatiku.

Demikianlah ucapanku dan pesanku kpd engkau sekalian yg hadir wahai rakyatku. Mudah-mudahan engkau sampaikan pula kpd rakyatku yg tdk dpt hadir dlm penobatanku ke sini pada hari ini.

Wahai sekalian para ulama,

Wazir Perdana, orang-orang Basar dan para hulubalangku.  Pimpinlah, pimpinlah rakyatku akan jalan kebajikan, dan perintahkan mereka itu dgn sempurna dan adil seadil-adilnya.

Ya Tuhanku, lindungilah kami sekkalian dari pekerjaan yg mungkar dan dari segala marabahaya Mu". "Amiiiii...", sahut semua hadirin saat Sultan Iskandar Muda mengakhiri pidatonya pertamanya, dlm "ikrar mahkota" penobatannya sebagai Sultan yg memimpin kerajaan Ace Darussalam (1607 - 1636 M).

Posting Komentar untuk "Sejarah Aceh - PIDATO PERTAMA SULTAN ISKANDAR MUDA DALAM PENOBATANNYA SEBAGAI SULTAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM"